mengatur waktu

1 Comment

Kadang seolah2 banyak sekali yang ingin kita lakukan tetapi sedikit sekali waktu yang tersedia.

Ada yang bilang, kuncinya bukan mengatur waktu tetapi mengatur diri sendiri.

 

Advertisements

keep fighting

Leave a comment

Ingat waktu itu? dibawah sorak sorai yg deras dan tekanan pertandingan. Apa yg membuatmu terus berusaha? visualisasi, dan harapan. lihat, dengar, amati. terus bergerak 🙂

search engine api = wp content

Leave a comment

Baru tahu ternyata API nya search engine bisa diintegrate ke wp biar bisa jadi content (newbie cupu, gini ajah baru tau ^_^).

road to perfection

2 Comments

kesempurnaan hanya bisa didekati dengan memulai sesuatu yang tidak sempurna, kemudian memperbaikinya terus menerus…

 

*selintas pikiran di pinggir lift BEC, pagi ini

simple truth

2 Comments

A simple truth from Aa’ struck me. He said: “Jangan mempersulit diri”.  Well, I have to admit that lately I’ve been doing lots of thing that hassle my own life.

Most of the time plain logic is the best. I’ll keep it in my mind 🙂

kemiskinan di daerah terluar

Leave a comment

Ada orang papua mau membeli handphone:

Orang Papua: Pak, saya mau beli handphone.

Pemilik Toko: handphone sih ada, tp sinyalnya belum ada.

Orang Papua: kalau begitu saya beli handphone sekalian sinyalnya Pak!

—————————————————————————————-

Ada dua orang papua sedang mengutak-atik handphone.

Orang Papua A: tolong dong balesin sms di handphone saya

Orang Papua B: kenapa tidak nulis balesannya sendiri?

Orang Papua A: engga mau ah, tulisan saya jelek

=======================================================

Mop (lelucon) papua itu saya dengar dari seorang kawan malam ini. Lucu, tetapi terjadi. Sekedar mengingatkan bahwa gegar budaya sering terjadi di daerah terpencil yang kemudian diserbu teknologi.

Kawan itupun bercerita, gunung tembagapura -yang sekarang telah menjadi lembah- dulunya adalah salah satu gunung sakral tempat bertemunya 7 suku besar di papua (ada kurang lebih 60an suku di papua). Dan kerugian terbesar dari eksploitasi itu bukanlah kekayaan alam yang dibawa keluar, tetapi hancurnya budaya.

Kemiskinan struktural diciptakan dengan cara memperkenalkan mereka dengan standar2 masyarakat modern. Sesuatu yang tidak diperlukan, tetapi digambarkan sebagai sesuatu yang dibutuhkan. Mereka tidak butuh mencuci dengan detergen, mereka tidak butuh beras, mereka tidak butuh televisi. Dan disana semua itu dibandrol dengan harga 10 kali lipat dari pusat produksi(jawa).

Hmm… perenungan diskusi berlanjut, apakah mereka tergolong miskin karena definisi miskin dari pemerintah adalah KK yang lantai rumahnya dari tanah liat? atau mungkin itu adalah cara mereka hidup yang kental dengan kearifan lokal?

when someone leave

Leave a comment

Dahulu waktu saya kecil saya bingung ketika pertama kali dipertemukan dengan kata kematian. Bayangan saya, bagaimana orang bisa meninggal dunia? Orang harusnya bisa hidup terus sesuai dengan umurnya, selama-lamanya. Konsep kematian tidak bisa masuk ke dalam pola pikir masa kecil saya.

Seiring berjalannya waktu saya jadi mengerti, bahwa ketika seseorang meninggal dunia maka orang itu menghilang lalu meninggalkan kekosongan di ruang-ruang fisik yang biasanya dia tempati.

Kemarin Pakdhe saya meninggal, dan saya masih bisa melihat kekosongan itu tertinggal di sudut2 rumah yang biasa dia tinggali.

When someone leave,they left nothing but the memories…

 

*rest in peace pakdhe nang, thanks for all of your lesson that u gave to me…

Older Entries