suatu sore, dimana tanah masih berbau basah.

aku duduk di hadapan sebuah panggung kecil.

serasa berada di backyard family saja.

kemudian telingaku dimanjakan oleh nada2 yang aneh, tapi indah.

 

group pertama hanya terdiri dari 2 orang.

gitaris dan bassist.

mereka memainkan aransemen mereka sendiri atas lagu2 john coltrane.

dewa jazz yg altar nya ada dimana2.

 

group selanjutnya berisi 9 orang.

lengkap dengan saksofone, trumpet dan brass.

rampak sekali melagukan butterfly nya jason mraz.

 

lalu musisi lulusan berkeley dengan permainan yg sangat berkelas.

hanya ada pianis, drummer dan bassist.

namun penghayatan dari tuts-tuts yang diketik,

tiap hempasan stik,

juga petikan senar-senar bas.

membuat energi mereka meruap-ruap.

 

sore itu, suara musik berbaur dengan tetesan sisa hujan dari genting basah,

juga gemericik air mancur kecil di pinggir panggung,

juga suara tawa riang dibelakang sana.

kau tahu, rasanya seperti berada di dalam sebuah harmoni yang besar.

 

senja menjelang, dan malam merangkul.

lampion2 di atas atap mempercantik suasana.

kemudian nada2 yg mereka keluarkan itu menghisap sekaligus mengeluarkanku.

dan aku pun terpesona, mabuk dalam ekstase-nya.

berulang-ulang….berulang-ulang… 🙂

 

Advertisements