Shiro duduk bersila dan menutup matanya. Saat ini dia hanya ingin mencari kedalam karena tidak ada satupun di luar yang bisa membantunya mengatasi perang yang sedang dia alami. Tidak juga Liu Bei yang terkenal karena strategi militernya. Lalu didalam kegelapan muncul kembali kenangan2 bawah sadar yang dia miliki.

Ada ketakutan, ada kekhawatiran. Tetapi semua itu ternyata bermuasal tentang pencarian akan asal usulnya. Shiro ingat dirinya ada sebelah ruangan, mengais2 sebuah kertas tentang identitas seseorang yang tidak dia kenal. Baru setelah beberapa saat dia tahu bahwa orang itu adalah ayah kandungnya yang telah meninggal.

Shiro kecil penuh dengan tanda tanya, dia mempertanyakan nasibnya. Bagaimana jika ayahnya masih ada, akan seperti apakah hidupnya saat ini? Dan mengapa ibunya tidak pernah bercerita apa2? Mengapa ayahnya meninggal? Apakah ada cerita dibaliknya? Drama kehidupan benar2 telah merampas ayahnya, bahkan dengan melibatkan nama2 orang yang ada di sekitarnya. Orang2 yang selama ini dia kenal baik.

Shiro limbung, tak kuasa melawan derai kepedihan yang disimpan di alam bawah sadarnya. Air matanya menetes dan mulai terisak2 sendiri. Kepalanya berdenyut kencang, penuh dengan tanda tanya: “kenapa?”

Lalu sekelebat ingatannya dihampiri sosok Dewi Naga yang saat ini sedang berada di samping Kaisar.

Kembali pertanyaan “Kenapa?” muncul…

Denyut di kepalanya tak kunjung reda, tetesan di matanya juga tak henti2nya mengalir… tetapi peperangan mempertahankan Zhao Jing sudah di depan mata, bagaimanapun dia harus bangkit memimpin prajurit naga pemberian Tsa’o-Tsa’o.

Advertisements