Saumya memandang lekat kearahku. Entah kenapa saat menatap matanya aku selalu terbawa dalam nuansa yang lain. Seolah2 aku terasa ada dimana2 tetapi sekaligus menjadi satu bagian yang utuh.

Saumya -putri sang rembulan- bercerita kepadaku tentang kehilangan. Jika seseorang hilang maka kehidupan akan terus berjalan. Karena kehidupan tidak akan pernah berhenti hanya dengan kehilangan satu orang saja. Tetapi tempat orang itu dalam kehidupan adalah unik dan tak akan pernah tergantikan oleh siapapun.

Tiba2 air mataku menitik. Entah kenapa ada emosi yang membuncah keluar ketika mendengar kata-katanya.

Emosi ini terpendam sekian lama dalam bentuk pertanyaan2 dan perandaian2. Aku terguguk tanpa suara ketika dingin itu merayap naik.

Sekian saat kemudian aku kuatkan untuk memandang matanya yang bening, dan Saumya pun merengkuhku pelan dengan bisikannya:

“Sesuatu ada bukan tanpa alasan, dan cerita takdirmu juga bukan tercipta tanpa hikmah”

Diam aku mencoba mencerna, diam aku mencoba menelaah…

Advertisements