Natalie baru saja turun dari panggung. Di belakangnya riuh rendah suara penonton berteriak meminta dia menyanyikan sebuah lagu tambahan. Tentu saja dia bersedia menyanyikan lagu hits nya  berulang-ulang, tapi waktu yang diberikan oleh Show Operator sudah lewat.

Dia bergegas menuju ruang ganti, rambut pendeknya tampak lugas dan sporty. Ketika membuka pintu ruangan, matanya tertuju pada rangkaian mawar merah dalam sebuah buket yang indah. Pelan dia mencium semerbak kesegaran mawar itu. Disela-selanya terdapat amplop putih berisi sebuah surat:

Natalie,

Terima kasih… aku tidak akan pernah mengetahui bahwa mengenalmu telah membuatku menjadi lebih mengerti tentang hidup.

Berhubungan denganmu aku kira adalah proses memberi… tetapi ternyata, aku menerima lebih banyak dari dirimu tanpa kamu ketahui. Anehnya kau membuatku mengerti tanpa mengajarkanku apapun. Tak pernah aku sangka bahwa ternyata ini adalah rangkaian besar sebuah proses penyingkapan diri yang begitu indah.

Sebelumnya aku kira, mencintai seseorang adalah karena sesuatu alasan. Karena orang itu baik, karena orang itu menyenangkan, karena orang itu perhatian. Lalu kemudian  aku akan mencintainya balik. Jika orang itu bersikap tidak menyenangkan, bersikap tidak perhatian, bersikap tidak baik maka aku berhenti mencintainya. Tadinya aku pikir begitulah proses mencinta, tetapi bersamamu aku sadar bahwa itu hanyalah proses transaksi belaka. Itu bukan mencinta, itu adalah dagang. Ada yang menjual dan ada yang membeli. Jika tidak ada yang menjual maka jelas tidak ada yang membeli.

Entah bagaimana caranya tapi kau membuatku mengerti, bahwa Cinta tidak membutuhkan syarat. Aku tidak mencintaimu hanya karena kamu menyenangkan, aku tidak mencintaimu hanya karena kamu perhatian, aku tidak mencintaimu hanya karena engkau baik dan cantik….dan ternyata tidak ada kata “hanya” dalam kamus mencinta.

Aku mencintaimu ketika kamu sedang tertawa, maupun menangis…

Aku mencintaimu saat kamu sedang senang, maupun ketika kamu sedang marah…

Aku mencintaimu satu paket bersama kedewasaan maupun sifat kekanakanmu…

Aku mencintaimu ketika kamu jenaka, maupun ketika kamu menyebalkan…

Aku mencintaimu ketika kita sedang bahagia bersama, maupun ketika perasaan kita masing-masing sedang diuji.

Ternyata Cinta adalah sesuatu yang berada diluar semua kondisi, sekaligus yang melingkupi semua kondisi.

.

Natalie, kamu tahu apa yang paling menakjubkan?

U make me understand about The Unconditional Love…

I love u as you are, not as I want you to become…


.

Surat itu tak bertanda, tapi Natalie tahu dari siapa surat itu berasal.

.

.

*on a beautiful sunset terrace, with it’s golden ray of light…

Advertisements