feels like

Leave a comment

feels like the first time…

only the feeling is getting stronger.

uhmm… the stars above said… you have to do it oftenly 😉

ideasideasideas

Leave a comment

is it possible that we have too much ideas?

then how can we pick the best of it?

and what is “the best” anyway?

Kala Senja

Leave a comment

kala itu senja
aku berdiri di lapangan berumput
seorang wanita meninggalkanku sambil berkata
“everything has its own path”

kemudian semuanya sureal
motor-motor yang diparkir dibingkai lembayung sore
matahari di sela-sela awan memancar
sinarnya terpantul di danau berkilauan
didekor lampu-lampu taman bulat kuning

dan ketika gemulai angin menyapaku
semua tampak seperti didalam lukisan
namun bergerak lambat dalam keserasian

kau tahu, takkan pernah aku berdiri disini jika kuikuti ketakutanku
takkan pernah aku di titik ini jika kuikuti keraguanku
yang lewat adalah masa lalu
yang belum terjadi adalah masa depan
yang nyata adalah saat ini
ketakutan dan kekhawatiran takkan pernah benar-benar menjadi nyata kecuali kita selalu memberi energi kepadanya
dan yang lebih menyiksa adalah rentang waktu yang berjalan dimana ketakutan dipelihara dan kejadian yang sebenarnya kemudian terjadi, entah terbukti atau tidak.

kala itu senja, dan aku suka
karena senja selalu mengingatkanku untuk menjemputmu…
aku datang.

*thank’s to Brahm’s Lullaby – Dave Koz and Friends – celebrating the first “Deep and Intense Communication for Lover” Program :’)

Pagi bersama alam

Leave a comment

jutaan embun itu serupa mutiara

berkilau-kilau diantara batang-batang padi ditimpa matahari

setiap nya mencoba berbicara denganku

menyapa hai-hai, ramai sekali

lalu aku tersenyum

terdiam

dalam dekap pagi bersama alam…

Smile :)

Leave a comment

The Element

2 Comments

Mau woro-woro, dapet buku bagus.

Menyenangkan bacanya karena ide disampaikan dengan berbagai cerita dari tokoh-tokoh nyata.

Baru tau ternyata Paul Mc Cartney dan George Harisson itu sekelas waktu sekolah. Mereka bahkan tidak menyukai pelajaran Musik.

Paulo Coelho pernah dimasukin ke Rumah Sakit Jiwa sama orang tuanya gara2 kekeuh pengen jadi writer. Orang tuanya pengen dia jadi pengacara. Bukan hanya itu, orang tuanya mengikut sertakan Paulo di program Electroshock Therapy! (serem)

Trus Meg Ryan, ternyata dia anak yang canggung ngomong di depan publik. Bahkan waktu dipilih jadi valedictorian (murid berprestasi yang memberikan pidato saat perpisahan sekolah) dia maju panggung tanpa ngomong sepatah kata apapun. Ibunya yang membimbingnya turun. Padahal dia sudah latihan berminggu-minggu lamanya.

Banyak deh cerita orang-orang yang unik-unik.

The Element is highly recommended book buat Anda yang sedang dalam mencari passion atau bahkan punya kelebihan yang sepertinya tidak bermanfaat. Everybody is unique, and being unique is one of the great thing to be thankful of 🙂

Buku ini juga memperkenalkan sebuah istilah baru bagi saya “Pro-Am”. Bahwa Love and Money tidak harus dipilih salah satu dan dibuang yg satunya. Job dan Hobby juga bisa sejalan tanpa menyatukan 🙂

Kalau mau baca reviewnya atawa beli di Amazon bisa buka link ini

Kalau mau langsung donlot bukunya juga bisa disini

*met tiga bulan ya myui ^_^

Berlatih menikmati ketersesatan

2 Comments

Ada kepanikan saat kita tersesat.

Ada perasaan tidak nyaman saat kita merasa tidak punya kendali.

Tetapi mau dipungkiri atau tidak, hidup tidak akan selalu membiarkan kita memegang kendali.

Dan pada saat itu, yang dirasakan adalah perasaan gelisah dan tidak nyaman.

Terkadang saya melakukan latihan untuk tersesat.

Menelusuri sebuah jalan tanpa tahu dimana ujungnya dan kemana arahnya.

Disitu saya tidak hanya bertemu dengan ketidakpastian, tetapi juga ketakutan.

Banyak kekhawatiran yang muncul dari pikiran-pikiran kecil yang muncul dan membesar.

Disaat-saat seperti itu saya belajar menikmati ketersesatan.

Mencoba mengamati pikiran yang muncul dalam diri dan juga lingkungan sekitar.

Untuk kemudian bertemu dengan hal-hal indah yang tak terduga.

Seperti kemarin sore, saya bertemu dengan serombongan ibu-ibu yang tertutup lumpur hampir sebahu.

Mengambil ikan mujaer dikolam luas entah milik siapa.

Membawa keranjang bambu kecil.

Ada keindahan yang saya rasakan ketika melihat cara mereka bertahan hidup.

Saya bertemu dengan silver line yang megah.

Muncul diantara mendung yang menggantung.

Menikmati imajinasi seolah saya mengalami ephipany moment.

Saya menikmati pantulan matahari di sawah-sawah seiring gerak berkendara.

Tertegun diantara property yang belum beres dibangun dipenuhi ilalang.

*welcome aboard My Dear Partner in Crime 🙂

Older Entries