Saya pikir menulis bisa menjadi sebuah proses penyingkapan diri.

itu adalah proses untuk jadi lebih mengenal diri sendiri, mengenal pikiran dan perasaan yang timbul dan tenggelam.

Tulisan yang dimulai dari sebuah ide A bisa saja berakhir ke sebuah ide Q yang sama sekali baru.

Dan saya menganggap tulisan adalah karya yang patut di apresiasi bagaimanapun bentuknya.

Seperti sebuah tulisan dari seseorang yang saya kutip dibawah ini.

Dia masih agak-agak malu untuk menuliskan di blog nya, tetapi bagi saya terlalu sayang jika tulisan ini tidak disimpan di blog.

Tulisan ini mengandung sebuah ide yang mengajak kita membayangkan ide dan pertanyaan2 yang lain.

Berlanjut, mempertanyakan, mencari dan terus mempertanyakan…seperti siklus kehidupan 🙂

well… enjoy then 🙂

=================================================================

dhek, km mau nulis tentang apa?

tentang seorang backpacker…

kenapa backpackernya?

hmm…karena backpacker identik dengan kebebasan

kebebasan seperti apa?

maksudnya dia gak terjebak dalam rutinitas, dia tidak ada dalam kondisi yang monoton dia lebih suka dikelilingi oleh hal-hal yang baru, kebudayaan baru, lingkungan yang selalu dinamis, gitulah kira-kira…

jadi sekarang ceritanya lagi bosen nih?

bukan bosan, hanya merasa iri dan penasaran
seorang teman pernah mengutip beberapa kalimat dari author terkenal Andrea Hirata dari salah satu bukunya,
kurang lebih isinya tentang seseorang yang berpetualang ke berbagai tempat dan pada akhirnya dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa berpetualang seperti itu cara dia menikmati hidup sehidup-hidupnya

jadi iri aja ko bisa ya ada orang yang bisa hidup sebebas itu,
penasarannya kira2 apa yang melatarbelakangi kebebasan itu

bisa jadi orang2 yang punya kebebasan itu tadinya orang2 yang terjebak dengan rutinitas yang sama seperti saya saat ini.
pagi hari bekerja demi mendapatkan penghasilan hingga sore hari, malam pun masih disibukkan dengan berbagai tugas atau kegiatan bercengkrama dengan saudara, teman, sahabat.

dan pada suatu titik, memutuskan untuk melepaskan itu semua.
keluar dari kondisi aman untuk mencari tantangan baru
untuk merasakan hidup sehidup-hidupnya dengan alam

mungkin yang saya ceritakan di atas ini lebih tepat jika saya katakan bahwa menjadi petualang demi kebebasan
tapi.. di sisi lain cerita, bagaimana jika menjadi petualang demi mencari keramaian
karena kesepian?
karena tidak ingin diasingkan?
karena tidak ingin merasa sendiri dan ditinggalkan?
pada titik apa seseorang akan merasakan kebutuhan akan pasangan hidup? mengingat kebebasan identik dengan ketidakterikatan, tanpa komitmen

bagaimana menurut anda?

Advertisements