Ada kepanikan saat kita tersesat.

Ada perasaan tidak nyaman saat kita merasa tidak punya kendali.

Tetapi mau dipungkiri atau tidak, hidup tidak akan selalu membiarkan kita memegang kendali.

Dan pada saat itu, yang dirasakan adalah perasaan gelisah dan tidak nyaman.

Terkadang saya melakukan latihan untuk tersesat.

Menelusuri sebuah jalan tanpa tahu dimana ujungnya dan kemana arahnya.

Disitu saya tidak hanya bertemu dengan ketidakpastian, tetapi juga ketakutan.

Banyak kekhawatiran yang muncul dari pikiran-pikiran kecil yang muncul dan membesar.

Disaat-saat seperti itu saya belajar menikmati ketersesatan.

Mencoba mengamati pikiran yang muncul dalam diri dan juga lingkungan sekitar.

Untuk kemudian bertemu dengan hal-hal indah yang tak terduga.

Seperti kemarin sore, saya bertemu dengan serombongan ibu-ibu yang tertutup lumpur hampir sebahu.

Mengambil ikan mujaer dikolam luas entah milik siapa.

Membawa keranjang bambu kecil.

Ada keindahan yang saya rasakan ketika melihat cara mereka bertahan hidup.

Saya bertemu dengan silver line yang megah.

Muncul diantara mendung yang menggantung.

Menikmati imajinasi seolah saya mengalami ephipany moment.

Saya menikmati pantulan matahari di sawah-sawah seiring gerak berkendara.

Tertegun diantara property yang belum beres dibangun dipenuhi ilalang.

*welcome aboard My Dear Partner in Crime 🙂

Advertisements