kala itu senja
aku berdiri di lapangan berumput
seorang wanita meninggalkanku sambil berkata
“everything has its own path”

kemudian semuanya sureal
motor-motor yang diparkir dibingkai lembayung sore
matahari di sela-sela awan memancar
sinarnya terpantul di danau berkilauan
didekor lampu-lampu taman bulat kuning

dan ketika gemulai angin menyapaku
semua tampak seperti didalam lukisan
namun bergerak lambat dalam keserasian

kau tahu, takkan pernah aku berdiri disini jika kuikuti ketakutanku
takkan pernah aku di titik ini jika kuikuti keraguanku
yang lewat adalah masa lalu
yang belum terjadi adalah masa depan
yang nyata adalah saat ini
ketakutan dan kekhawatiran takkan pernah benar-benar menjadi nyata kecuali kita selalu memberi energi kepadanya
dan yang lebih menyiksa adalah rentang waktu yang berjalan dimana ketakutan dipelihara dan kejadian yang sebenarnya kemudian terjadi, entah terbukti atau tidak.

kala itu senja, dan aku suka
karena senja selalu mengingatkanku untuk menjemputmu…
aku datang.

*thank’s to Brahm’s Lullaby – Dave Koz and Friends – celebrating the first “Deep and Intense Communication for Lover” Program :’)

Advertisements