Kuliah di luar negri punya beberapa tantangan.
Salah satunya adalah cuaca.
Saya tidak pernah bisa membayangkan betapa “dingin” bisa menghalangi mobilitas.
Suhu di Indonesia rentangnya cukup kecil bila dibandingkan dengan rentang suhu di Belanda.
Hujan disini bisa berupa butiran2 air yang tidak jatuh kebawah tetapi bertebaran ke segala arah karena terbawa angin.
Dan anginnya disini membuat dingin begitu menyiksa.
Jika menelusup ke sela2 baju, rasanya seperti kulit ini diseka dengan air es.
Dan terutama adalah suhu dan cuaca yang bisa berubah dalam rentang waktu yg singkat.
Beberapa jam angin, sejam kemudian panas, beberapa jam kemudian hujan dst.

Disini saya belajar sesuatu hal.
Bahwa manusia tidak akan bisa menguasai atau mengalahkan alam.

Manusia hanya bisa berbuat sebaik2nya untuk bisa melewatinya dengan selamat.

Survival, dengan sabar dan syukur.

Seperti pagi ini, syukur yang tak terhingga ketika melihat sinar matahari.

Hanya beberapa jam saja, karena kemudian cuaca berawan dan angin dingin berhembus.

Saatnya bersabar, setelah bersyukur šŸ™‚

Advertisements