Leave a comment

Danny masih memandangi lampu-lampu yang menghiasi pohon-pohon di depan pelataran cafe.

Di seberang jalan Amsterdam International Documentary Film Festival mengambil tempat di sebuah taman kecil yang tertata cantik.

Di samping Danny ada Joe salah satu Sutradara senior yang menjadi juri Festival kali ini.

“Kamu tahu apa yang menjadi masalahmu Danny?” Joe melontarkan pertanyaan setelah menyeruput espresso.

“Apa ?” Jawab Danny setengah melamun.

“You have a middle class mentality, that’s why you’ll never get out of your class with your mindset always intact”

“Apa maksudmu?” Tanya Danny mencoba mencerna kata-kata Joe.

“Kamu selalu kebingungan menentukan arah karena kamu selalu mengerjakan apa yang orang lain inginkan”

“Kamu selalu tepat waktu “

Advertisements

Free Will

Leave a comment

Danny melihat dirinya sendiri dalam pantulan bola mata Laun. Betapa dia benar-benar merasa terberkati atas pertemuannya dengan Laun. Selama ini dia merasa bahwa Tuhan tak pernah adil terhadap manusia. Tuhan hanya memberikan anugerah kepada orang-orang yang telah menemukan passion sejak dini, dan kemudian memberikan bakat sehingga orang itu bisa bersinar. Tetapi Laun telah mengungkapkan sisi lain dari rencana Tuhan.

“Danny, you misunderstood the kindness of God…”

“You were blessed more than them who you said to be the gifted person”

“You were blessed with Free Will…freedom to choose your own will”

Lama Danny tercenung, sampai kemudian dia sadar bahwa Kebebasan Memilih adalah anugerah yang paling besar. Apapun yang dipilihnya selalu menjadi pintu yang akan terbuka jika dia terus mengetuknya.

Wow…

Ditengahi alunan Jazz di kumpulan musisi Lithuania. Tak pernah Danny menyangka akan menemukan mutiara seperti ini.

Deserve

Leave a comment

Danny:  Jim, aku ingin sukses.

Jim: Hm? apakah kamu sudah berhak untuk sukses?

Danny: Apa maksudmu, bukankah semua orang berhak untuk sukses?

Jim: Semua orang menginginkan sesuatu, tetapi ada yang berhak mendapatkannya dan ada yang tidak.

Jim: Jika seorang petani berkata pada ladang “Hei ladang, aku ingin panen yang berlimpah!”. Maka ladang akan menjawab “Kamu kok lucu, datang2 ingin sesuatu. Panen yang berlimpah hanya berhak diberikan kepada Petani yang memberikan bibit kepadaku, dan kemudian memberikan perawatan dan usaha untuk menumbuhkannya…”

Jim: Hanya orang yang berhak yang akan mendapatkan apa yang dia butuhkan. Kamu harus menjadikan dirimu seseorang yang berhak untuk kemudian bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan. Hal ini bukan hanya berlaku untuk kesuksesan dan kekayaan, tetapi semua bidang.

Danny: Semua bidang?

Jim: Ya tentu saja, jika kamu ingin mendapatkan orang yang terbaik dalam hidupmu kamu harus menjadikan dirimu berhak atas orang itu. Kamu berhak untuk mendapatkan orang yang sabar dan pengertian hanya jika kamu telah memberikan usaha untuk bisa menjadi orang yang sabar dan pengertian.

Jim: Jika kamu ingin kesehatan, kamu harus memberikan usaha untuk menjaganya ketika kamu sehat.

Danny: Tapi aku sudah melakukan apa yang kamu ajarkan kepadaku, mulai melakukan hal2 simple seperti yang kamu ajarkan. Tetapi aku ingin suatu perubahan besar dalam hidupku.

Jim: Ya, itu bagus. Tetapi perlu kamu ingat bahwa pencapaian didapat bukan karena kamu berhasil melakukan suatu hal. Tetapi karena kamu menjaga standar dan disiplin atas suatu perbuatan yang penting.

Danny: Ok, pertanyaan kongkrit. Apa yang membuatku berhak untuk sukses? Aku sudah membaca banyak buku motivasi, tetapi tidak ada hasil.

Jim: Untuk membuat kamu berhak menjadi orang yang sukses, kamu tidak akan bisa mendapatkan dari belajar sebuah jalan untuk sukses. Yang berhak untuk sukses adalah orang yang menjaga standar untuk selalu belajar dan mengembangkan diri. Kamu benar2 menyediakan waktu untuk mengembangkan diri sehingga dirimu cukup besar untuk sukses. Hanya dengan cara itu kamu bisa menampung kesuksesan.

Danny: Aku ingin belajar banyak hal, tetapi pikiran dan mood ku selalu berubah-ubah.

Jim: Berapa jumlah buku/audio/video yang kamu konsumsi dalam sebulan ini terutama tentang pikiran, mood dan passion?

Danny: ehmm… tidak banyak, satu? itu belum selesai.

Jim: Well… if you want to be able to master your mind so that you can master your destiny you better set apart a time each day to study about it Kid…that’s the only way you deserve to have a really important skill “knowing and mastering your mind”

Danny: apakah itu sebabnya kebanyakan orang dikontrol oleh pikiran dan perasaannya? sehingga hal itu mempengaruhi performansi, dan prestasi hidupnya? karena mereka belum berhak untuk itu? karena mereka tidak menyediakan waktu khusus untuk mempelajarinya?

Jim: Ya 🙂

Jim: So go on, practice a simple discipline everyday that make you deserve of something.

Jim: Never neglect a simple things that you “should do” or “have to do”. Start cleaning out your “neglected list” then always become a serious student of the things you want. The door of opportunity will open for someone who knocks it, and sometime you have to knocks it many-many times. But believe me, it will open up.

Jim: Keep a standard of doing it, and you begin a process to be a deserved man 🙂

Lael

Leave a comment

Naskat memalingkan muka dari Lael, sambil menepuk2 punggungnya dia berkata: “Be strong… be strong…”

Danny tak mampu berkata2. Saat2 seperti ini adalah saat yang sulit untuk berucap. Kesedihan dan kesepian.

Ada 10 orang kemudian berkumpul di kamar Lael, semuanya membisu.

Semuanya bisa melihat air mata tak henti2 mengucur di wajahnya.

Lalu Danny memecah keheningan…

“Let’s pray together, Hopefully all the good things that Lael mother did was being accepted in God. Let’s pray that God give strength to Rael, his father, and all of the relatives.”

Angin berderu di luar, dan haru tercipta…lagi….

Danny berdoa bersama rekan dari Tanzania, Ethiopia, Rwanda.

Besok Lael akan terbang ke Kenya, ibu nya pasti akan tersenyum dari surga melihat kelulusan Lael bulan depan.

What the voices?

Leave a comment

Do you know what voices I heard this morning?

Kata Jim kepada Danny.

This voices told me “You don’t have to get up and walking around the block. You sleep so late because of your work”

“No, I still have to get up and walk even it’s just a five minutes”

“Because if you start to neglect simple things that you should do, it’s like infection”

“It’ll spread and messing up your life to the greater process”

“So Danny, I want you to take good care of the simple things you neglected. Start cleaning up your list and practice new discipline on it”

Pagi ini cukup dingin, namun Danny ingin memulai sebuah praktek disiplin yang simple.

Walaupun hanya se-simple 5 menit.

Dia akan memulai membereskan hidup dan pikirannya yang berantakan

The Story of Danny

Leave a comment

Danny membuka mata, pagi ini terasa begitu pekat.

Dengan lemah karena diberati kantuk dia mematikan alarm blackberry.

Jam 6 pagi, masih gelap gulita.Tak ada bintang dan bulan di langit. Masih 2 jam lagi matahari biasa muncul.

Widget weather report di devicenya menunjukkan suhu -1 derajat dan kabut tebal di luar.

Sebuah kata2 yang disampaikan seseorang tadi malam terngiang-ngiang di telinganya.

“The Best do what  average person don’t”

“Changing your life is easy, getting success is so simple. You just have to fix simple things that cluttering up your life”

“Start making list about things you neglect about, and start putting new simple discipline on it”

“Commit to constant learning and improving. Readers are leaders”

Hmm…. dia tidak tahu apakah dia bisa melakukannya atau tidak.

Tetapi dia tahu bahwa pikirannya gampang terpengaruh.

Mungkin dengan menonton, membaca, dan bergaul dengan orang2 sukses itu dia bisa tertular pola pikir mereka.

Dia menarik badannya untuk keluar dari selimut, mencuci muka dan bergerak menyeduh coklat hangat.

Today, is gonna be an awesome day.

Small Business Day 2011

Leave a comment

Kunjungan ke Small Business Day di Kampus Nijmegen kemarin menceritakan saya tentang sesuatu hal.

Motivasi penggerak utama bagi para entrepreneur ini bukanlah mendapatkan uang, tetapi karena passion mereka untuk berkreasi.

Start from nothing to something. From pennies to million dollar business. Putting effort so an idea is able to come into realization.

Semua seminar dilaksanakan dalam bahasa belanda, sehingga saya tidak bisa mengerti. Namun ada stand-stand yang bertempat di hall utama dan digunakan untuk mempertunjukkan bisnis dari para entreprenur.

Di situlah saya mencoba berkomunikasi dengan para pemilik stand dan bertanya tentang bisnis proses yang ada di balik bisnis masing2.

Salah satu yang menarik adalah YouBeDo, sebuah situs penjualan buku. Saya bertanya apa bedanya dengan situs yang lain? Ternyata YouBeDo mendonasikan 10% dari harga buku untuk berbagai macam organisasi non profit. Para pembeli bahkan juga bisa memilih untuk organisasi mana yang akan diberikan dananya.

Setelah saya gali lebih dalam lagi ternyata di Belanda harga buku diatur oleh pemerintah. Sehingga tidak ada beda harga antara pembelian di toko dan di YouBeDo.

Dan sampai saat ini YouBeDo telah menyumbangkan lebih dari 16.000 Euro kepada organisasi-organisasi yang tergabung di situsnya.

“What is your margin?” “How do you pay the postal fee?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang saya ajukan dijawab dengan lancar oleh Manager Relation dari YouBedo. Dia bercerita bahwa YouBeDo sampai saat ini belum menghasilkan keuntungan, bahkan foundernya mengeluarkan uang dari kantongnya sendiri untuk membiayai YouBedo. “How can the founder get the money to finance it?” Ternyata foundernya punya dua bisnis, dan YouBeDo mendapat suntikan dana dari kedua bisnis yg lain. “That’s how bad the founder want to realize the ideas” imbuhnya. Bisnis ini hanya akan bisa menghasilkan keuntungan jika telah mencapai sebuah skala tertentu, dan sampai menuju skala itu banyak uang yang harus dikeluarkan.

Dengan konsep Social Entrepreneurship YouBeDo juga mendapat berbagai macam sumbangan, termasuk pembuatan website. Ada puluhan relawan yang bersedia membantu YouBeDo tanpa dibayar karena mereka tertarik untuk merealisasikan konsepnya.

Interesting isn’t?