Naskat memalingkan muka dari Lael, sambil menepuk2 punggungnya dia berkata: “Be strong… be strong…”

Danny tak mampu berkata2. Saat2 seperti ini adalah saat yang sulit untuk berucap. Kesedihan dan kesepian.

Ada 10 orang kemudian berkumpul di kamar Lael, semuanya membisu.

Semuanya bisa melihat air mata tak henti2 mengucur di wajahnya.

Lalu Danny memecah keheningan…

“Let’s pray together, Hopefully all the good things that Lael mother did was being accepted in God. Let’s pray that God give strength to Rael, his father, and all of the relatives.”

Angin berderu di luar, dan haru tercipta…lagi….

Danny berdoa bersama rekan dari Tanzania, Ethiopia, Rwanda.

Besok Lael akan terbang ke Kenya, ibu nya pasti akan tersenyum dari surga melihat kelulusan Lael bulan depan.

Advertisements