Gedung Opera Gelderland Oost begitu ramai.

Salah satu performance yang akan tampil adalah Cheryl Cole, penyanyi muda asal British.

Danny bercerita kepada Jim bahwa Cheryl memulai karir dari bawah, menjadi salah satu pemenang di audisi mencari bakat  kemudian bergabung di Girls-Band yang mencetak banyak Hit Song. Sekarang dia memilih ber-solo-karir dan menuai sukses dengan cd yang terjual jutaan kopi.

Danny: Kesempatan yang sangat bagus bukan? Maksudku hidup memberikan pilihan yang sangat bagus buat dia.

Jim: Well, kamu harus mempunyai karakter cukup kuat untuk bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

Danny: apa maksudmu?

Jim: Kesempatan besar kadang datang kepada seseorang hanya untuk pergi meninggalkannya. Kamu sering melihat, artis yang jadi sangat terkenal kemudian terbaring di rumah sakit. Dia tidak punya physical support system yang cukup untuk mendukung kebesaran sukses. Tidak jarang Artis yang hanya terkenal dalam rentang waktu yang singkat kemudian beberapa saat hilang. Mereka tidak punya mindset sukses yang bisa menjaga kelangsungan suksesnya.

Kita juga mendengar beberapa artis yang kebanjiran uang dan kemudian terjerumus ke arah narkoba. Apa yang terjadi dengan karirnya? Produktifitas yang menurun dan prestasi yang memudar. Mereka tidak punya cukup karakter untuk mendukung keberlimpahannya.

Sama seperti orang menang lotere. Saya belum pernah melihat ada orang yang menang lotere kemudian bisa masuk ke jajaran orang terkaya di dunia. Padahal modal keuangan itu begitu besar. Orang terkaya di dunia seperti Bill Gates bahkan tidak bermodal apa2. Jauh bila dibandingkan modal orang yang menang lotere. Kenapa? Karena orang yg menang lotere kadang bukanlah orang yang punya cukup mindset untuk mengembangkan uang yang mereka miliki sebelumnya. Uang lotere hanya singgah untuk kemudian lepas lagi.

Danny: hoo, begitu ya… Tapi bagaimana jika memang pada dasarnya saya punya fisik yang lemah? Saya gampang sakit…

Jim: Kabar baiknya adalah, semua bisa dipelajari. Orang dengan fisik yang lemah harusnya adalah orang yang sangat peduli dengan kesehatan. Mereka harus selalu makan makanan yang sehat dan makan teratur. Mereka harusnya rajin ber olahraga. Tetapi kebanyakan tidak. Orang dengan fisik yang lemah tubuhnya meminta minuman hangat, tetapi dia memasukkan minuman dingin. Tubuhnya membutuhkan jadwal olahraga lebih dari orang lain, tetapi dia tidak mau menarik tubuhnya dari tempat tidur.

Mungkin nanti akan ada suatu titik dimana orang itu akan berkata “Tubuh, ayo bangun…aku mau melakukan sesuatu yang besar dan aku butuh kamu mensupport aku hari ini”. Tetapi tubuhnya tidak mau bergerak karena sakit. Lalu dia akan berkata pada tubuhnya “Tubuh, ini adalah terakhir kalinya kamu tidak bisa mensupport ku. Aku akan berjanji untuk makan makanan yang sehat. Aku akan makan tepat waktu apapun yang terjadi. Aku akan bersepeda sampai keringat bercucuran setiap hari. Sehingga ini adalah terakhir kalinya kamu tidak bisa mensupportku melakukan sesuatu yang aku inginkan”

Tapi kadang hal seperti itu butuh sebuah opportunity yang besar yang terlewatkan. Sebuah kesempatan yang hilang dan sangat menyakitkan hati. Seringkali… kesempatan itu malah tidak akan datang, karena kesempatan tahu percuma mendatangi seseorang yang tidak punya cukup mindset, habit ataupun karakter yang bisa menampungnya.

Danny: Hey Jim, tapi ada orang yang sakit bukan karena kebiasaan tidak berolahraga atau kebiasaan telat makan atau kebiasaan makan makanan yang tidak sehat. Ada orang yang sakit karena pikiran.

Jim: Well… Danny… ada sebuah kutipan latin yang terkenal Mens Sana in Corpore Sano. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Kutipan ini berasal dari jaman Romawi, lebih dari 2100 tahun yang lalu. Jika kita pikirkan, bagaimana sebuah kalimat bisa bertahan ribuan tahun? pasti ada sebuah derajat kebenaran disana yang bisa tetap membuat kalimat itu bertahan selama ribuan tahun.

Tubuh dan Jiwa merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Jiwa mempengaruhi tubuh, contohnya orang sakit yang punya semangat sembuh yang tinggi. Tubuh pun bisa mempengaruhi jiwa, misalnya pengalaman ketika pikiran menjadi jelas dan tenang seusai jogging atau bermain basket.

Jim: Danny, kamu seperti anakku sendiri. Dan aku ingin kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu mau. Kamu punya potensi yang sangat besar dan belum sempat kamu keluarkan. Sayang sekali jika potensi itu terkubur hingga kamu tua dan kemudian mati. Saatnya kamu berkomitment pada dirimu sendiri untuk mengeluarkan sisi terbaikmu dan membiarkan kesempatan terbaik datang kepadamu. It’s easy, just change a little bit every day. Commit to improvement. Dan jangan menarik diri ketika tubuhmu menolak segala penyesuaian2 itu.

Nanti jika kamu sudah mempunyai istri dan anak, kamu akan tahu bahwa istri dan anakmu tidak hanya cukup kamu beri finansial dan kesuksesanmu. Tetapi yang terpenting adalah kamu tetap sehat, tetap hidup dan ada untuk mereka. Kamu adalah contoh bagi anak-anak mu. Mereka akan mewarisi kebiasaan, mindset, karakter yang kamu miliki.

We must all suffer one of two things: the pain of discipline or the pain of regret or disappointment.

————-

Dan salju pertama di musim dingin 2011 turun. Tepat ketika Danny dan Jim keluar dari Gedung Opera… butiran-butiran putih yang turun dan menari-nari di terbang angin.

Dalam hati Danny berkata

Life is so beautiful…

Life is so promising…

I’ll learn…I’ll keep installing new good habit and character…

Then let live give it’s best opportunity toward me…

Advertisements