Waktu baru menunjukkan 20:30 malam setelah menyelesaikan aplikasi dan laporan untuk mata kuliah Application Development, saya pikir mandi air hangat akan memulihkan semangat saya untuk mengerjakan satu lagi tugas mata kuliah yang tersisa: Business Intelligence.

Di tengah guyuran shower, tiba2 terlintas sesuatu hal di pikiran saya.

Banyak pelajar terlalu berfokus pada nilai, sementara melupakan aspek yang lebih penting: berlatih skill untuk menyelesaikan masalah.

Di tengah2 ribet ngurusin klien http://www.21clouds.com dan rencana untuk mengembangkan produk. Masih di serbu dengan 4 buah tugas besar mata kuliah menjadikan 2 minggu liburan Christmas dan New Year menjadi seperti sekejapan mata.

Ya dunia di luar sana penuh dengan “masalah”. Dengan diberi kesempatan kembali menjadi mahasiswa saya pun diingatkan bahwa apa yang terjadi di dalam perkuliahan sejatinya adalah untuk mendidik pribadi2 yang tidak hanya bisa mengidentifikasi masalah tetapi juga mempunyai kemampuan (dan kebiasaan) untuk memecahkan masalah.

Seorang expert dibayar mahal karena dia dapat memberikan solusi atas permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh orang kebanyakan. Apakah kemampuan seperti itu datang begitu saja? Tentu saja tidak, ada latihan, waktu dan juga uang yang tercurah untuk bisa mencapai level seperti itu.

Organisasi bisnis yang sukses adalah yang mampu memecahkan masalah se-cepat dan se-efektif mungkin.

Freelancer yang bakal dicari2 oleh para klien adalah freelancer yang bisa memberikan solusi atas masalah-masalah yang dialami oleh kliennya.

Para master di freelance market seperti odesk ataupun elance tidak perlu mengirim proposal, bahkan mereka menerima invitation pada saat ada project baru.

So, buat temen2 sesama mahasiswa (apa kabarnya temen2 di poltek? it telkom, itb, ipb dllnya?) klo ada tugas dan segala macam kegiatan di kampus selalu ingat bahwa itu semua adalah sarana untuk melatih skill memecahkan masalah. Salam dari Arnhem, dan seperti biasa….Teteuph Ceumunguudh!!

Advertisements