Ishtar memakai jaket pemberian temannya, sebuah gambar Puma menghiasi punggung kanan dan dia merasa sangat gesit. Rambutnya yang panjang coklat tampak indah membingkai muka cantik khas kaukasia dengan dahi lebar dan hidung mancungnya. Hari ini dia akan pergi ber-solo backpacker, sebuah aktifitas yang lama tidak dilakukan karena target-target lain.

Seorang teman backpacker yang dia temui di Internet mengundangnya untuk datang ke Maastricht. “Come to Prince Revelation Carnival in Maastricht, It’s really Atmospheric!!” begitu kata Frank. Ishtar awalnya ragu, tetapi dia selalu tergoda dengan aroma backpacking sejak bertahun-tahun yang lalu.

Dia bukan turis yang pergi ke suatu tempat yang indah hanya untuk berfoto, tetapi lebih menikmati berbincang dengan orang2 baru. Belajar dari sebuah tempat dari obrolan orang-orang yang ada di dalamnya. Membiarkan dirinya terinspirasi oleh orang2 yang dia temui di sepanjang takdir perjalanan. Jadi ya, hari ini dia bersiap pergi.

Kadang ada keraguan karena dirinya seorang wanita yang pergi seorang diri. Jika ada sesuatu yang terjadi, apakah dia mampu mempertahankan seorang diri? Ishtar takut jika dia bertemu orang jahat, tetapi dia lebih takut jika dia tidak mempersiapkan diri. Maka walaupun dia wanita, dia belajar martial art, plus semprotan merica tak lupa dia selipkan di backpacknya. Better to Prepare than Sorry, katanya di dalam hati.

Untungnya dia tidak bertemu dengan orang jahat. Dia justru bertemu dengan orang-orang ramah yang sama seperti dia. Menyukai perjalanan, dan bertemu dengan orang-orang baru. Orang yang selalu ingin memperkaya diri dengan sudut pandang, pengalaman dan kebijaksanaan baru. Di Maastricht Ishtar bertemu dengan Frank untuk pertama kalinya, Clint dari Australia, Beatridz dan Natalie dari Spanyol, Ostman dari Dubai dan Pauline dari Brussel.

Ishtar ingat cuplikan2 pembicaraan dalam pertemuan mereka:

Ishtar: Frank, siapa patung orang yang membawa obor yang terus menyala di depan gereja itu?

Frank: Oh itu adalah seorang ahli kimia yang sangat berjasa bagi kota Maastricht, dahulu dia menemukan cara menggunakan Gas untuk digunakan sebagai penerangan.

Ishtar: Oh, sebuah penemuan yang mengabadikan nama…

Beatridz: Semua Rockstar mempunyai dua buah muka. Muka yang ditampilkan di publik dan muka yang dia simpan untuk orang-orang terdekatnya di belakang panggung.

Ishtar: Kenapa harus begitu?

Beatridz: Ya tentu saja, menjadi seorang Rockstar berarti menciptakan polaritas. Dia tidak bisa menyenangkan setiap orang. Selalu ada yang menyukai dan ada yang membenci. Jika dia mengumbar muka ketika dia sedang lemah, maka orang yang membenci atau orang yang ingin mengambil keuntungan darinya bisa memanfaatkannya dengan mudah.

Ishtar: Dan kita semua adalah Rockstar pada levelnya masing2, bukan?

Beatridz: Ya, tentu saja…kita semua adalah Tokoh Utama dalam buku kehidupan kita masing2.

….

Clint: Di sini, orang-orang hanya memakai 3 warna. Coklat, Hitam dan Abu2.

Natalie: Oh, aku suka warna-warni. Kadang sebuah baju bisa memberiku energi. Dan yang paling aku suka adalah warna Merah.

Clint: No offense, but you should be careful when you go to Australia with Red clothes. Because Red associate with hooker.

Natalie: uhm… nice info, I will keep it in mind 😀

Frank: So Otsman, because you are from dubai you must be a Moslem right? Are you still praying 5 times a day in here?

Otsman: Uhm…Frank, I don’t pray in Cafe

Pauline: It’s good to confuse about something. People use his own time and energy to avoid confusion and problems without awareness that it’s part of the learning of life. I sometime run for it. But then I remind myself that if I use confusion and problems as a tool to dig deeper into my understanding as a human being, whatever the result in the future I will still satisfied. Because I’m not the same person as before. I become a person that have more awareness and integrity and understanding of my self than the previous one.

Dan kemudian waktu pun berlalu begitu cepat. Dia harus kembali mengejar kereta untuk menempuh perjalanan 3jam kembali ke kota tempat dia tinggal. Angin dingin menelusup, tetapi hatinya hangat.

Selalu ada sesuatu yang indah di ujung keraguan dan ketakutan.

Advertisements