Dari salah satu postingan di Group  PPI Arnhem, saya jadi ingat pernah membaca buku berjudul CoolFarming: Turn Your Ideas Into The Next Big Thing.

Buku ini dibuka dengan cerita tentang Eduard-Leon Scott de Martinville yang menemukan dan mematenkan Phonautograf di Perancis pada tahun 1857. Phonautograf adalah alat yang mampu merekam suara manusia dengan mengkodekan titik hitam dan putih pada kertas. Tetapi sayangnya alat ini dan penemunya tidak terkenal.

30 tahun kemudian, yang terkenal sebagai penemu Phonograph adalah Thomas Alva Edison. Phonograph adalah alat untuk merekam dan memainkan musik.

Mengapa Edison dan Martinville mempunyai cerita sukses yang berbeda?

Ide yang cerdas dan original tidak cukup. Bagaimana membuat ide itu menjadi sesuatu hal yang diterima oleh banyak orang adalah pertanyaan yang sebenarnya.

Hal-hal seperti kegigihan, kecerdasan sosial atau bahkan kecerdasan kolektif membedakan Edison dan orang-orang pintar seperti Martinville yang menemukan sebuah ide yang sangat brilian hanya untuk melihat ide itu terlupakan.

Walaupun kita tahu bahwa Edison menemukan banyak hal dari Bola Lampu, Phonograph dan banyak hal lainnya. Ide terbesarnya adalah pendirian Menlo Park, sebuah laboratorium riset di New Jersey. Di sana dia mengumpulkan jenius2 kreatif seperti William Hammer, bekerja untuk pengembangan bola lampu; Charles Batchelor, tangan kanan Edison untuk mengembangkan telegraph system. Bahkan Nikola Tesla, penemu sistem listrik AC pun pernah bekerja di sana.

Pada era internet, salah satu ide yang jadi The Big Cool Thing adalah Sistem Operasi Linux. Sistem Operasi yang mampu bersaing dengan Windows ini dikembangkan bukan oleh sebuah perusahaan, tetapi oleh orang-orang di seluruh dunia yang bekerja sama menciptakan Sistem Operasi alternatif dan berbagai project Open Source seperti Apache, web server yang menggeser IIS dari Microsoft; Firefox, web browser alternatif dari Internet Explorer dll.

Peter Gloor, pengarang buku ini menyebutkan 4 langkah untuk mengubah ide menjadi The Next Big Thing

1. Muncul dengan sebuah cool idea

2. Merekrut anggota untuk membentuk Collaborative Innovation Network (CIN)

3. Mengembangkan COIN untuk menjadi Collaborative Learning Network (CLN)

4. Mengembangkan CLN untuk menjadi Collaborative Interest Network

Mengapa produk-produk dari Apple dianggap sebagai sesuatu yang cool? Mungkin kita perlu membaca sebuah kutipan dari seorang Computer Scientist yang juga salah satu pegawai Apple:

As special as Steve is, I think of Apple as a great jazz orchestra. Steve did a superb job of recruiting a broad and deep talent base. When a group gets to be that size, the conductor’s job is pretty nominal—mainly attracting new talent and helping maintain the tempo, adding bits of energy here and there.
—Michael Hawley, professional pianist/computer scientist/former Apple employee

Jadi, apakah Anda punya Cool Idea yang ingin diubah menjadi The Next Big Thing ? I’d be very happy to hear more from you 🙂

*Special support for WANT-Spray, semoga menang di Twinfield Business Plan Award!

Advertisements