Nilai hasil ujian adalah sesuatu yang dinanti-nanti tetapi juga dikhawatirkan. Harap-harap cemas, penasaran sekaligus takut melihat hasilnya. Apa yang akan dilakukan jika nilai ujian keluar dan tidak sesuai dengan harapan? Berikut ada tips2 yang mungkin bisa berguna:

1. Nilai yang ada, tidak sama dengan potensi yang kamu miliki.

Sama seperti kata-kata tidak akan bisa 100% menjelaskan rasa, nilai tidak akan bisa memotret 100% potensi seseorang. Ada banyak faktor lain yang mempengaruhi. Mungkin terlalu menganggap remeh pelajaran sehingga belajarnya tidak maksimal, mungkin apa yang dipelajari tidak sama dengan yang diujikan. Sistem penilaian belum bisa memotret semua kemampuan seseorang. Nilai hanyalah salah satu bahasa sistem pendidikan, dan sifat dari bahasa adalah membatasi. Ingat cerita Edison yang keluar dari sekolah karena gurunya menganggap Edison anak bodoh, atau cerita Einstein yang diputuskan tidak naik kelas oleh gurunya. Guru atau nilai tidak akan bisa memotret 100% potensi seseorang. Siapa tahu kamu adalah the next Edison atau the next Einstein πŸ˜‰

2. Bertanggung jawab terhadap hasil.

Apapun hasilnya, bertanggung jawablah. Jangan menimpakan kesalahan pada sesuatu yang lain. Bertanggung Jawab berarti berkata bahwa itu memang nilai saya, dan saya punya kemampuan untuk membuatnya tetap seperti itu, lebih buruk dari itu, ataupun lebih baik dari itu. Salah satu ciri dari seorang pemimpin adalah mengambil tanggung jawab. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Jangan menimpakan kegagalan nilai karena dosen, universitas tempat belajar, dll. Ingat bahwa orang sukses menentukan nasibnya sendiri, dan untuk bisa mampu menggambar masa depan yang cemerlang adalah dengan mengambil langkah pertama: bertanggung jawab terhadap kondisi saat ini.

3. It’s not what you’ll get, it’s what you’ll become

Berfokus pada nilai yang akan didapatkan, akan membuat kita melupakan sesuatu yang lebih penting: Manifestasi Diri. Mana yang lebih penting, mendapatkan nilai A pada sebuah pelajaran, atau menjadi pribadi yang berdisiplin? Mendapatkan nilai bagus pada sebuah mata kuliah, atau menjadi orang yang bisa belajar dengan cepat? Lulus di mata kuliah, atau menjadi orang yang mempunyai fighting spirit ketika mengalami kegagalan? Lebih penting Menjadi daripada Mendapatkan. Kita bisa kehilangan apa yang kita dapatkan, tetapi kita tidak akan pernah bisa kehilangan diri kita. Jadikan nilai, sistem pendidikan, dan permasalahan menjadi bagian untuk Menjadi.

4. It’s just a game

Selalu ingat bahwa semua ini hanyalah permainan. Ada dosen, ada quiz, ada ujian, ada peraturan. Ada waktu untuk berlatih soal-soal, ada waktu untuk belajar, ada waktu untuk berdiskusi. Sangat mirip dengan permainan basket dimana ada lawan, ada wasit, dilarang double dribble, ada coach, ada penonton yang mengintimidasi. Ketika seseorang bermain basket dan kemudian kalah, apakah dia akan berhenti bermain? No, because they know, it’s just a game. A game that you must play seriously and have fun doing it πŸ™‚

5. Tidak ada yang sia-sia

Salah seorang teman saya berkata bahwa buku yang diberikan oleh dosennya adalah buku “useless”. Memang di buku itu tidak ada step2 untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, tetapi itu karena itu bukan buku “How To” tetapi buku “Konsep”. Memang praktik bisa menghasilkan sesuatu yang nyata, tetapi konsep bisa adalah sesuatu yang bisa diterapkan di berbagai hal yang berbeda. Sama seperti aliran2 besar Martial Art, semuanya dimulai dari konsep/ide. Dan tidak pernah ada yang sia-sia. Teman saya yang lulusan Teknik Informatika tidak pernah lagi memprogram sejak dia lulus kuliah, karena dia bekerja di bidang Retail. Tetapi dia bercerita bahwa dia menerapkan konsep Stack dalam salah satu manajemen pergudangan di salah satu toko yang dia manage. Perkuliahan bukan hanya untuk belajar cara melakukan, tp lebih penting lagi belajar cara berpikir.

Semoga tips2 ini berguna πŸ™‚

*salju pertama di Arnhem, Teteuph Ceumunguudh!!

Advertisements