Meta Concept and Mind

Leave a comment

Amati pikiran tentang pikiran.

Apakah ada hal-hal yang mengubah emosi kita, mengubah pikiran kita?

Sama seperti data yang dianalisa bisa menghasilkan metadata.

Pikiran yang diamati akan menghasilkan Metathinking.

Jika metadata bisa digunakan untuk script generation, sehingga bisa menghemat waktu dalam menulis kode yang sama berulang2.

Maka metathinking bisa digunakan untuk menghemat waktu untuk menghabiskan energi dari memikirkan sesuatu yang berulang2.

Ada pola dalam data, ada juga pola dalam pikiran.

Apakah sering terjadi hal-hal unexpected, dan hal-hal kecil bisa mempengaruhi mood, pikiran dan perasaan?

Dibutuhkan pemikiran meta, untuk bisa melihat pola di dalamnya.

Guard your thinking, and knowing fully that you’re responsible to let anything enter your mind.

You own the responsibility to grant the permission to anything or anyone or any circumstances to access, alter, or even delete something from your mind.

Advertisements

Oldenbarneveld

Leave a comment

Joy: Do you believe in karma?

Shiven:  If karma do exist, I’ve already die now

Joy: Well, perhaps you’re given a life as a chance to payback. Or maybe, life is your own punishment 😉

Shiven: You’re a good people Shiv. I personally don’t like people. So if I like someone, there’s must be something good on that person.

Joy: You think so? Me myself believe that there’s always a good side in everyone. You just need a better eyes to see it.

….

Niels: Ain’t a tourist. Tourist only go to a place to see the beautiful objects there. I go to some places to meet a new soul, a new passion, a new thinking and point of view.

Once upon a time in Oldenbarneveld.

If freedom is a must, can you still call it a freedom?

Waterloo

Leave a comment

“Ada kalanya pikiran harus berhenti mengusahakan untuk survival.” Kata Pham dalam hati. Dia baru saja keluar dari ruangan gegap gempita itu, dan perasaan yang sama kembali menyerbunya. Ini adalah perasaan yang selalu dia rasakan ketika masuk ke Stasiun metro Waterlooplein.

Pham hidup sendiri, dan usianya sudah menginjak kepala 40-an. Sebagai orang asal Vietnam dia cukup beruntung bisa mendapatkan beasiswa dari Bachelor sampai Master di Perancis. Bidang ilmu Safety Engineering mengantarkannya mapan bekerja hampir 20 tahun di Siemens Power Plant.

Dia telah mengunjungi berbagai belahan dunia di site operation milik Siemens. Dia bilang dia bebas pergi kemana dia suka dan melakukan apa yang dia inginkan. Tetapi kenapa perasaan itu terus datang?

“There’s something missing in my life, a deep relation to the human…to a family… wife and children…”

Di Waterloo dia berujar pada diri sendiri “Kebebasan itu ternyata mahal dan kadang bisa sangat menyiksa…”

Benjamin The Smokey Feet

Leave a comment

Namaku Benjamin, dan aku terbang dari Israel hanya untuk acara ini. Beberapa orang akan memandangku heran begitu tahu aku datang khusus untuk acara ini. Tetapi ini adalah hal penting buatku. Setelah seharian bergelut dengan pekerjaanku sebagai seorang arsitek, aku berlatih 6jam/hari selama setahun untuk menguasai Lindy Hop. Sebelumnya aku pernah belajar Salsa dan Zouk, tetapi dalam Lindy Hop aku menemukan kebebasan ekspresi yang paling cocok untukku.

Lindy hop adalah sebuah aliran dance yang diiringi dengan musik Jazz. Lindy hop mengkombinasikan aliran Charleston, Tap dan Breakaway menjadi sebuah perpaduan yang menarik. Jika dalam Salsa aku menemukan keanggunan dan putaran2 penuh kejutan, dalam Lindy hop aku menemukan playfulness dan kebebasan berekspresi.

Aku sampai di Willem Fenengastraat, tempat dimana festifal ini diadakan. Sebuah ruangan ballroom dengan lantai kayu dengan bar kecil di sudut kanan. Di sudut kiri aku melihat ada alat2 barber shop dan kaca rias. Ternyata pojok sebelah kiri digunakan untuk hair dresser para wanita untuk menyesuaikan tatanan rambut mereka dengan gaya tahun 40-an. Alunan musik jazz menggelitik telingaku. Aku seperti kembali ke masa-masa 40,50,60-an dimana para wanita memakai blouse bunga-bunga retro dengan ikat pinggang yang dipakai di perut. So Oldies.

Beberapa saat kemudian MC mengarahkan pengunjung ke sebuah ruangan yang lebih besar. Ternyata disana sudah siap menyambut Band asal UK bernama Shirt Tail Stompers.

Aku bertemu dengan orang2 dari Turki, Jerman, Sweden, Italy, Lithania, France, Slovenia, Ukraine, Czech bahkan Australia dan USA. I wish you can see through my eyes how the joy from all part of the world unite in this room.

Swing…swing…swing… and let me become The Smokey Feet


Di Depan Patung Rembrandt

Leave a comment


Di depan patung rembrandt mereka berkumpul. Mohammed, Ester, Valkana, Enriquo, Shivish, Keira, J.P, Violta. Semua berasal dari tempat dan budaya yang berbeda.

Mohammed lahir dari orang tua asal Marocco yang bermigrasi ke Brussels. Dia belajar di ekonomi di HAN University kemudian melanjutkan Master di Universitas Groningen. Saat ini dia bekerja sebagai Junior Tax Consultant di sebuah Multi National Company.

Ester dari Spanyol, tubuhnya agak gemuk dengan rambut ikal dan senyum khas wanita Spanyol.

Valkana dari Bulgaria, berambut coklat panjang dan berhidung mancung.

Enriquo adalah pria kekar asal Mexico yang belajar program Master of Safety Engineering di Perancis kini bekerja untuk Siemens divisi Power Plant.

Shivish lahir di Suriname, tinggal di Belgia dan bekerja di University of Amsterdam. Badan kecil, berkacamata ditambah muka yang kekananak-kanakan seringkali membuat terkejut orang yang bertanya apa pekerjaannya: Professor di bidang Finance.

Di depan patung rembrandt mereka berkumpul. Mengalami bahwa kota ini merupakan Multi-culture Society. Mereka diikat dengan interest yang sama. Ketertarikan terhadap cerita manusia. Mencoba melihat pola dalam kehidupan yang amat beragam. Persamaan akan mendekatkan, dan perbedaan menimbulkan ketertarikan untuk mempelajari sudut pandang yang berbeda.

Jika patung Rembrandt ini hidup, pastilah dia akan merasa amat “kaya” mendengar diskusi mereka.