Namaku Benjamin, dan aku terbang dari Israel hanya untuk acara ini. Beberapa orang akan memandangku heran begitu tahu aku datang khusus untuk acara ini. Tetapi ini adalah hal penting buatku. Setelah seharian bergelut dengan pekerjaanku sebagai seorang arsitek, aku berlatih 6jam/hari selama setahun untuk menguasai Lindy Hop. Sebelumnya aku pernah belajar Salsa dan Zouk, tetapi dalam Lindy Hop aku menemukan kebebasan ekspresi yang paling cocok untukku.

Lindy hop adalah sebuah aliran dance yang diiringi dengan musik Jazz. Lindy hop mengkombinasikan aliran Charleston, Tap dan Breakaway menjadi sebuah perpaduan yang menarik. Jika dalam Salsa aku menemukan keanggunan dan putaran2 penuh kejutan, dalam Lindy hop aku menemukan playfulness dan kebebasan berekspresi.

Aku sampai di Willem Fenengastraat, tempat dimana festifal ini diadakan. Sebuah ruangan ballroom dengan lantai kayu dengan bar kecil di sudut kanan. Di sudut kiri aku melihat ada alat2 barber shop dan kaca rias. Ternyata pojok sebelah kiri digunakan untuk hair dresser para wanita untuk menyesuaikan tatanan rambut mereka dengan gaya tahun 40-an. Alunan musik jazz menggelitik telingaku. Aku seperti kembali ke masa-masa 40,50,60-an dimana para wanita memakai blouse bunga-bunga retro dengan ikat pinggang yang dipakai di perut. So Oldies.

Beberapa saat kemudian MC mengarahkan pengunjung ke sebuah ruangan yang lebih besar. Ternyata disana sudah siap menyambut Band asal UK bernama Shirt Tail Stompers.

Aku bertemu dengan orang2 dari Turki, Jerman, Sweden, Italy, Lithania, France, Slovenia, Ukraine, Czech bahkan Australia dan USA. I wish you can see through my eyes how the joy from all part of the world unite in this room.

Swing…swing…swing… and let me become The Smokey Feet


Advertisements