About

Nama lengkap Awan Rimbawan.

Dan seperti Awan di langit, dia pernah punya banyak bentuk.

Professional:

Pernah belajar surfing setahun di Bali sambil nyambi kerja di bagian IT nya Quiksilver ngembangin sistem ERP.

Pernah di cat rambutnya berwarna warni karena jadi Store Supervisor Quiksilver Store Parijs van Java.

Pernah kerja shift2an di Telkom Multimedia bagian Fault Management.

Pernah kesasar di kantor yang kayak cafe di tangerang Sigma Cipta Caraka a.k.a balicamp.

Pernah kerja di Aceh dan Nias di United Nations Office for Project Services pasca restorasi tsunami

Pernah (dan secara status masih) berbagi ilmu tentang Alpro, eCommerce Application di Politeknik Telkom Bandung.

Pernah diundang jadi pembicara dua kali di IPB ngomongin Freelancepreneur.

Pernah diundang sama lembaga pemerintahan dua kali juga ngomongin Ubuntu dan Open Office.

Pernah jadi Mahasiswa STT Telkom. Dan jadi pelajar di SMA 1 Pemalang.

Bisnis/Freelance:

Pernah jualan tas 1200pcs kurang dari 3 bln waktu iseng2 mainan eCommerce.

Pernah dan masih ngurusin http://www.21clouds.com

Pernah jadi freelancer dengan berburu dollar di oDesk dan eLance.

Backpacker/Adventure:

Pernah jadi backpacker naik truk sampe lombok timur.

Pernah naik motor berdua dari bandung, bogor, tanjung lesung dan susur pantai barat jawa sampe lampung.

Pernah juga naik motor sendirian dari Bandung ke Kediri.

Pernah iseng muterin pulau bali pake motor.

Pernah mengunjungi Pulau Sempu (The Beach nya Indonesia), Pantai yang penuh dengan Plankton di Sabang, Gunung Batur di Bali.

Pernah (dan masih) jadi seorang pencinta untuk seorang wanita bernama Dwi Fitrianty Kurnia

Pernah punya (dan sebagian masih) hobby baca, taichi, meditasi, main gitar, nyanyi karaokean, dengerin audio book dan video ttg personal development dlsbnya.

Sekarang lagi jadi mahasiswa lagi di HAN University – Netherland jurusan Master of Information System Development.

About Page ini dibuat bukan untuk membuat Awan Rimbawan besar kepala,

tetapi justru untuk selalu mengingatkan pada Awan bahwa Hidup bisa menjadi sangat tidak terprediksi.

Awan pernah mengalami “Gurimi Phase” dimana selama beberapa minggu hanya makan Mie Gurimi seharga 500 perak dua kali sehari, Pernah juga mengalami Makan di Restoran yang sambel nya bayar satu cawan kecil Rp.3000. Hidup bisa sangat terprediksi, jadi ya enjoy aja 🙂

Juga untuk selalu mengingatkan bahwa walaupun hidup tidak bisa terprediksi, tetapi sebagai manusia Awan harus selalu mempunyai impian dan mengusahakan sebaik2nya dalam tiap kesempatan. Bukan tanpa sebab perjuangan 6 tahun meraih beasiswa bisa terwujud. Bukan tanpa usaha http://www.21clouds.com bisa tercipta.

Jadi belajar untuk menikmati ketidakpastian, dan belajar untuk terus berusaha di setiap titik kehidupan.

Tetap mengamati, dan berbagi 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: