Rasa Takut

2 Comments

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah ni’mat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi diantaramu, dan jadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain”. (QS. 5:20)

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu 409, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (QS. 5:21)

Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka keluar daripadanya, pasti kami akan memasukinya”. (QS. 5:22)

Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi ni’mat atas keduanya : “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. 5:23)

Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (QS. 5:24)

Berkata Musa: “Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu”. (QS. 5:25)

Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu”. (QS. 5:26)

Surat Al-Maidah ayat 20-26 diatas adalah beberapa ayat yang kami baca pada pengajian KEMUNI bulan ini.

Dalam surat itu dikatakan bahwa:

1. Allah telah memberikan nikmat

2. Allah memerintahkan sesuatu hal

3. Yang diperintahkan takut

4. Yang takut itu akan diberikan kebingungan

Rasa takut adalah perasaan yang sering kita rasakan. Dan secara sadar maupun tidak, banyak sekali keputusan yang kita ambil berdasarkan perasaan ini.

“Saya takut tidak maju ke kompetisi A karena saya melihat saingannya hebat2. Padahal Allah telah memberikan saya kemampuan (nikmat). Dan Allah pastinya ingin saya bisa memberikan yang terbaik pada setiap kesempatan yang telah diberikan kepada saya.”

Tidak ada sesuatu yang kebetulan. Allah telah mendesain semua perjalanan hidup kita. Dan saya yakin Dia berbicara (memberikan perintah) lewat kejadian dan kesempatan yang disodorkan kehadapan kita. Dan jika kita berpaling dari kesempatan yang telah diberikan Allah pada suatu titik kehidupan karena takut. Maka apa yang terjadi?

Allah berfirman: “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu”. (QS. 5:26)

Sesungguhnya kesempatan itu akan diharamkan atas kita, dan selama beberapa waktu kita akan berputar-putar kebingungan.

Kita sering takut karena melihat sesuatu yang lebih hebat menjadi lawan kita. Rasa takut itu muncul karena kita lupa, semua kehebatan itu adalah milik Allah.

Kita sering takut tidak mengambil sebuah kesempatan karena takut kehilangan apa yang sekarang kita miliki. Kita lupa, semua yang kita miliki adalah kepunyaan Allah.

Kita lupa bahwa Allah telah mendesain semua yang ada dalam hidup kita, memberikan nikmat, memberikan kita berbagai kesempatan dan pasti akan membantu kita dalam setiap kesulitan.

Mungkinkah, sebagian besar kebingungan dan kesengsaraan batin yang kita alami adalah hukuman karena kita lupa pada Ke-Maha-an Allah ?

Jika kita hanya melihat apa yang tampak, maka kita akan dikuasai oleh rasa takut. Tetapi jika kita melihat apa yang ada di balik yang tampak, maka tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi kebingungan.

Yang ada hanyalah Dia dibalik setiap kejadian…

Advertisements

Di Depan Patung Rembrandt

Leave a comment


Di depan patung rembrandt mereka berkumpul. Mohammed, Ester, Valkana, Enriquo, Shivish, Keira, J.P, Violta. Semua berasal dari tempat dan budaya yang berbeda.

Mohammed lahir dari orang tua asal Marocco yang bermigrasi ke Brussels. Dia belajar di ekonomi di HAN University kemudian melanjutkan Master di Universitas Groningen. Saat ini dia bekerja sebagai Junior Tax Consultant di sebuah Multi National Company.

Ester dari Spanyol, tubuhnya agak gemuk dengan rambut ikal dan senyum khas wanita Spanyol.

Valkana dari Bulgaria, berambut coklat panjang dan berhidung mancung.

Enriquo adalah pria kekar asal Mexico yang belajar program Master of Safety Engineering di Perancis kini bekerja untuk Siemens divisi Power Plant.

Shivish lahir di Suriname, tinggal di Belgia dan bekerja di University of Amsterdam. Badan kecil, berkacamata ditambah muka yang kekananak-kanakan seringkali membuat terkejut orang yang bertanya apa pekerjaannya: Professor di bidang Finance.

Di depan patung rembrandt mereka berkumpul. Mengalami bahwa kota ini merupakan Multi-culture Society. Mereka diikat dengan interest yang sama. Ketertarikan terhadap cerita manusia. Mencoba melihat pola dalam kehidupan yang amat beragam. Persamaan akan mendekatkan, dan perbedaan menimbulkan ketertarikan untuk mempelajari sudut pandang yang berbeda.

Jika patung Rembrandt ini hidup, pastilah dia akan merasa amat “kaya” mendengar diskusi mereka.

Leiden University

Leave a comment

Nyicipin kuliah di Universitas tertua di Belanda – Leiden University – Social Science.

Presentasinya pake bahasa belanda, dan kayaknya satu Aula cuman ane yg gak bisa bahasa belanda :p

Interesting 🙂

Curiousity World

Leave a comment

Ada perbedaan antara melakukan sesuatu karena kamu bisa melakukannya, atau melakukan sesuatu karena kamu punya keingin-tahuan didalam nya. Josen

Josen dengan jenggot nya yang tebal, mengingatkan saya seperti seorang hippies di film-film jadul. Matanya memancarkan keingintahuan, dan passion terhadap apa yang dia pilih dalam hidupnya. Dia mahasiswa tahun ketiga di jurusan Bio Medical – Maastricht University. Namun fasih berbicara tentang Skate Board, Pembuatan Film, Teknik Menyanyi, Bermain Gitar, Membuat Musik, Hitchhiking, Psikologi, Taichi dan segudang skills lainnya. Di pintu kamarnya tertulis “Life is simple, but we make it really difficult”. Beberapa menit berbincang saya serasa disedot dalam dunia yang sangat menarik. Dunia keingin tahuan.

Laura Goodrich dalam Seeing Red Car benar, berinteraksi dengan orang-orang seperti ini menimbulkan percikan-percikan dalam otak saya. Seperti monyet yang melihat cara baru mengupas pisang. Saya pun tanpa sadar tertular cara pandang nya yang penuh keingin tahuan. So nice, so beautiful.

Learning a little from a lot, kata Peter Sims di Little Bets. Ada segudang ketakutan untuk bertemu dengan sesuatu yang baru, bukan hanya bertemu dengan orang baru terlebih dengan pemikiran dan cara pandang baru. Tetapi siapa kita di masa depan, ditentukan salah satunya oleh orang-orang yang kita temui sekarang.

Leave a comment

Hari ini bersua kembali dengan aroma lama yg selalu menyegarkan. RNWI bertempat di pusat kawasan industri media belanda: Media Park Hilversum.

Its always funny how fate play role in our live.

Teteuph ceumunguudh!!

Honigkamp Meetup – Two Different Side Of The Same Coin

Leave a comment

It’s always amazing when someone give you a story from his/her soul.

To see with your own eyes how a person can detach himself from the moment and fly back to the past.

You can feel the pain from the trembling words, tear that hanging up, intonation that reflect the emotions.

Tonight, we learn about “labeling” that can be the source of a person sorrow.

Tonight, we questioned ourself about “time-limited-judge” in correlation with destiny.

Tonight, we even learn about “don’t take it too serious” from one attendance.

It’s always good to know that point of view is cannot be forced, it’s better to be shared.

Tonight, after the meetup I felt richer.

Not rich as a financially standard, but rich in term of soul point of view that we’ve shared.

Begging You for Mercy

Leave a comment

you got me begging you for mercy

why won’t you release me

pertama denger lagu ini dinyanyiin sama penyanyi cilik Rachel Crow, masih belum tau judulnya.

Hari ini denger di radio, pas di cari di lirik, ternyata yg nyanyi aslinya namanya Duffy.

Suka suara organ yang oldies dan suara yang nge-soul banget.

Klo yg penasaran versi-nya Rachel Crow bisa diliat disin:

*thx for today ya Gusti 🙂

Older Entries