New Game called FCO-IM

Leave a comment

For this past 1.5 months I play a lot with FCO-IM

At first I didn’t like it. Why should I use FCO-IM when I can use ER Modeling and go straight to implementation?

But more and more I get strangled on so many quirks and details, surprisingly I get interested on it.

Understanding the concept of FCO-IM is just like I was in some RPG Game and try to understand the mission I must accomplish.

It’s kinda vague at first or second cycle, but it getting more and more chalenging once I saw the pattern.

Some of the Level Title of the game are:

– Verbalization

– ClaQua (Classification and Qualification)

– UC/TC (Uniqueness Constraint and Totality Constraint)

– Nominalization Test after UC/TC

– Other Constraints

– GLR (Grouping, Lexicalizing and Reducing)

– Deriving Relational Schema

– Check if the table can acommodate the Business Rules 🙂

The past 5 days is just like when you are in the final level of the game and has to meet the biggest enemy, “The Boss”.

Just trying to find the enemy’s weaknesses so that you can win that level.

I got intrigued, strangled but curious.

How to create a good Information Modeling so that it can capture the maximum amount of Business Rule and in the mean time make programmer life easier to implement it?

And you know what I’ve found? Playing from morning until midnight is really fun once you begin to see the beauty of the game 🙂

*written from -10.2 cold Arnhem

*life is a collection of so much games to play!!

Advertisements

melting in IPB (again?)

2 Comments

Dua minggu yang lalu saya diundang ke IPB untuk berbicara masalah Multimedia dihadapan Mahasiswa Angkatan 2008. Karena apa yang saya ketahui tentang multimedia sebagian besar adalah dari sisi “dagangan”, maka saya mencoba mensharing tema Multimedia Netpreneur. Awalnya saya ragu apakah materi ini akan menarik minat mahasiswa IPB yang sudah terkenal pintar-pintar. Namun saya sudah niatkan untuk berbagi dan bercerita tentang The Unlimited Possibilities. Sebagai salah satu studi kasus saya gunakan http://www.21clouds.com dari awalnya sampai dengan kondisi saat ini.

Tak dinyana ternyata saya mendapat respon yang sangat baik. Apalagi ketika saya bercerita tentang trend Crowdsourcing yang memungkinkan orang dari negara berkembang bisa bersaing dengan orang dari negara maju. Ratusan mata itu memandang balik kepada saya penuh rasa ingin tahu. Momen-momen seperti itu selalu membuat hati saya berdesir, karena saya tahu bahwa keingintahuan adalah langkah awal dari pencerahan. Diam-diam saya berpikir, terima kasih itu bukan untuk saya. Terima kasih itu untuk Anda yang memungkinkan saya mengalami perasaan ini.

Kemarin siang saya mendapatkan sms yang berbunyi: “Aslmkm, tgl 13 ada acara g? dsini ada acara keakraban utk mhs baru prodi MI. di villa areal puncak. kyanya bu *** kepincut sama materimu, beliau minta dirimu buat ngisi biar anak2 tau ada peluang seperti itu. sorenya outbond gt kotor2an…”

Seperti melambung saya membacanya, perasaan ini muncul karena saya berpikir… oh ternyata saya ada gunanya juga tho… oh ternyata saya bisa memberi manfaat bagi orang lain… jadi teringat kata2 seseorang beberapa minggu lalu: Jika kamu merasa hidupmu tidak ada artinya, maka berilah arti bagi hidup orang lain.

Hmm…sampai berjumpa kembali teman-teman IPB, kali ini kita bakal sharing-sharing lagi di Villa Puncak ^_^

topaz 2nd day

1 Comment

sebuah pemikiran muncul pada hari kedua seminar kemarin.

bagaimana men-generate non tuition income dari universitas?

tentu saja jawaban paling mudah adalah riset/proyek.

siapa yang paling berpotensi menjadi motornya? tentu saja dosen.

tapi bagaimana mungkin dosen bisa men-generate non tuition income jika dosen disibukkan dengan kegiatan administrasi?

jika dosen dibebaskan dari kegiatan administrasi, bagaimana peran institusi sehingga dosen tidak mroyek diluar?

saya berpikir institusi bisa berperan sebagai fasilitator,sementara dosen bisa bertindak sebagai eksekutor.

fasilitator disini adalah dalam membentuk jaringan dengan industri, karena institusi punya brand yang bisa digunakan sebagai nilai jual untuk menarik industri masuk.

permasalahannya dibutuhkan kemauan untuk merubah sistem yang sudah ada.

saya yakin dosen akan lebih berdaya guna jika digunakan sebagai eksekutor project/research daripada waktunya habis digunakan untuk mengurusi administrasi saja.

menurut info harvard punya dana abadi dari non-tuition-income yang memungkinkan untuk tetap membiayai operasional harvard bahkan jika mahasiswa nya tidak membayar apa2.

hmm… masih berupa ide, ttp menarik juga untuk di eksplorasi 🙂

Topaz Hari Ini

Leave a comment

Internalisasi Borang Akreditasi hari ini membuat angan saya melayang-layang.
Dari Kementrian, Topik riset vokasional yang aplikatif, Program pemberdayaan masyarakat dll…

Betapa saya bertemu dengan orang-orang yang hebat.
Kang Kun dari Prodi Desain Interior nya STISI.
PJS Ketua YPT yg memberikan insight berpikir.
Dan tentu saja Pak Jangkung dengan Bandung Techno Park nya yang mengusik keingintahuan saya untuk men-generate Non-Tuition Income dari sebuah Universitas.

sedikit quote hari ini:
– akademisi boleh salah, tetapi tidak boleh bohong
dokter boleh bohong, tetapi tidak boleh salah
politisi? boleh bohong dan boleh salah :p

– pemimpin yang baik:
mempunyai visi bagai seorang raja
mempunyai jiwa bagai seorang pejuang
mempunyai hati bagai seorang hamba

interkoneksi adalah nama lain dari sebuah kesuksesan… humm… interesting trail to go 🙂

Surat yang hilang?

Leave a comment

HAN University of Applied Sciences, surat panggilan wawancara yg ketlingsut bikin lemes siang tadi…
Ini juga ga bakal ketahuan klo kemaren malem ga email2an ama Pak Arif Bijaksana, mantan pembimbing TA pas S1 dulu.
Mudah2an masih ada jalan…

petani

2 Comments

sedang belajar jadi petani, yang dengan rajin merawat tanaman2.

melihat benih berubah menjadi tunas2 yang tumbuh sedikit demi sedikit. indahnya.

menyiangi, memupuk, menjaga walaupun tahu cuaca atau hama dengan sekejap bisa menghapus semuanya.

mungkin ini bukan semata2 tentang hasil,

ini tentang harapan, dan usaha terbaik apapun nanti jadinya 🙂

 

*btw, udah pernah denger tentang imacros ? add-on firefox ini mantabs banget buat otomatisasi browser. Punya pekerjaan repetitif yang dilakukan dengan browser? sekedar mengunjungi sebuah halaman, isi form sampai dengan scrape content website.

Langsung aja googling imacros, gratis-tis dan dijamin puassss 🙂

search engine api = wp content

Leave a comment

Baru tahu ternyata API nya search engine bisa diintegrate ke wp biar bisa jadi content (newbie cupu, gini ajah baru tau ^_^).

Older Entries