I Was Made For You

Leave a comment

Lalu semua tiba pada sebuah emosi
ketika detik berlalu dan kau tak terjangkau
bisikanku terlarut dalam rintik salju basah
namun apalah artinya keyakinan jika kau bisa melihatnya?
apalah artinya kepercayaan jika kau bisa menyentuhnya?

the most precious thing in life can’t be seen, hear or touch
the everlasting can’t be taken away from you even if time and space separate you
not sure if you understand, but I do…

I was made for you

Ketika kau terjaga

Leave a comment

 

Ketika kau terjaga dan aku tak disampingmu…

maka ketauhilah…

11 ribu kilometer jauhnya aku sedang terlelap, memimpikanmu….

Roses, sky, and you

Leave a comment

Sky is Blue,

Roses are Red,

And You…

You are the reason why I can get sunshine in a cloudy, winter season…

the reason why I could get through all of this misery.

the reason why I must become better person.

the hardest part of now, is nothing compared with the dream for the future with you…

The Snow Dance

Leave a comment


Sepintas salju seperti hujan.

Tetapi jika butiran hujan bergegas untuk jatuh ke tanah, salju melayang-layang menari sebelum akhirnya meletakkan diri dengan anggun di tanah.

Salju percaya kepada proses.

Bahwa pada akhirnya nanti dia akan bertemu dengan tanah, bagaimanapun dan jalur apapun yang dia pilih.

Salju akan mengerti dalam perjalanan bertemu dengan tanah, alam akan membawanya bertemu dengan banyak hal yang menarik.

Kawanan burung-burung, pohon yang meranggas, juga senja yang mengintip malu-malu di balik awan kelabu.

Ketika menari salju tidak berharap, salju percaya…

 

*18thDec2011,whenthesnowwhisperonme

Leave a comment

Watching lights at Honigkamp fifth floor. It’s 9 degrees or lower outside. Really hope this sentence can kiss u through dream: “I miss you…”

feels like

Leave a comment

feels like the first time…

only the feeling is getting stronger.

uhmm… the stars above said… you have to do it oftenly 😉

Kala Senja

Leave a comment

kala itu senja
aku berdiri di lapangan berumput
seorang wanita meninggalkanku sambil berkata
“everything has its own path”

kemudian semuanya sureal
motor-motor yang diparkir dibingkai lembayung sore
matahari di sela-sela awan memancar
sinarnya terpantul di danau berkilauan
didekor lampu-lampu taman bulat kuning

dan ketika gemulai angin menyapaku
semua tampak seperti didalam lukisan
namun bergerak lambat dalam keserasian

kau tahu, takkan pernah aku berdiri disini jika kuikuti ketakutanku
takkan pernah aku di titik ini jika kuikuti keraguanku
yang lewat adalah masa lalu
yang belum terjadi adalah masa depan
yang nyata adalah saat ini
ketakutan dan kekhawatiran takkan pernah benar-benar menjadi nyata kecuali kita selalu memberi energi kepadanya
dan yang lebih menyiksa adalah rentang waktu yang berjalan dimana ketakutan dipelihara dan kejadian yang sebenarnya kemudian terjadi, entah terbukti atau tidak.

kala itu senja, dan aku suka
karena senja selalu mengingatkanku untuk menjemputmu…
aku datang.

*thank’s to Brahm’s Lullaby – Dave Koz and Friends – celebrating the first “Deep and Intense Communication for Lover” Program :’)

Older Entries