3 malam perjamuan

Leave a comment

Beibh,

Gak disangka2 ternyata aku menemukan saudara2 di tanah yang jauhnya ribuan kilometer dari Indonesia.

Malam pertama aku disambut oleh masak nasi goreng bersama di Honigkamp, apartemen tempatku tinggal.

Malam kedua di jamu oleh dabu-dabu dan abon cakalang di apartemen mahasiswa menado.

Malam ini, ada senior yang sudah lulus dan merayakan ulang tahun anaknya di velperspaart sehingga perut Mas mu ini di isi dengan sambal goreng ati, opor ayam, nasi kuning dan lengkap dengan sambel terasi nya 🙂

Hari ini semenjak pagi 12 orang pelajar indonesia telah melaju ke Volendam, sebuah tempat wisata berjarak 45 menit dari Amsterdam.  Disana aku menikmati indahnya arsitektur rumah2 tradisional belanda dan kelakuan wajib para turis narsis: foto2.

Capek, tapi asyik 🙂

KLIA – First Coming

1 Comment

MyWifey,

Saat ini aku sedang berada di Nooodles,
Sebuah cafe yg menjual khusus mie di lt.2 KLIA

Di depanku, hanya berbatas kaca terdapat berderet2 pesawat sedang parkir
Dibingkai senja yang sedang menutup hari dengan kerlap-kerlip lampu.
Suatu saat kita akan makan bersama disini,
dan aku tahu kamu bakal suka melihat lampu2 itu.

Aku masih berusaha menyesuaikan dengan harga yang mengagetkan
dimana converter colokan yang biasa di Indonesia berharga 30rb rupiah,
disini 99RMB yang berarti 320rb rupiah.
kemudian makanan pun rata2 20RMB yang berarti sekitar 60rb rupiah.

Aku jadi ingat, di film2 luar angkasa.
ketika ada di sebuah terminal luar angkasa sana maka muncul makhluk2 aneh dari berbagai galaksi.
saat ini aku merasakan perasaan yang sama.
ada yg besar, ada yg kecil
kulit kuning, putih, hitam legam.
muka yang beraneka bentuk
bentuk hidung yg aneh2.
dan suami ndeso-mu ini kemudian dipaksa terbata2 memaksa mengucapkan kata2 dalam bahasa inggris waktu

menukarkan uang dan menanyakan menu.

Nanti malam, jam 23.55 aku akan kembali terbang menuju Amsterdam.
Entah apalagi yang akan aku temui disana,
tapi satu hal yg pasti aku akan selalu menyimpanmu di hatiku.

I’ll keep you posted…

———————————————————-

quick facts:

– Kuala Lumpur International Airport banyak toko Liquor lo… whisky, Jack D, wine dijual bebass. Bandara Soetta kalah tu:

– Banyak “lantai berjalan”, tadinya aku pikir enak bener orang2 disini dimanjain. Ga perlu jalan, tinggal berdiri ajah lantainya jalan sendiri. Waktu udah duduk, ngeliat ada orang jalan di lantai berjalan, efeknya kayak lari. Ternyata itu bukan bikin santai, tetapi buat jalur cepat. Oalaah :p

– Arsitekturnya di dominasi tiang2 pipa yang berkesan kokoh, ditambah kaca-kaca hingga keliatan futuristik. Terintegrasi dengan Desain Mall dimana toko oleh2, makanan dan lain2 bisa didapat dengan mudah. Harga premium tentunya, tapi tetep aja mau beli dimana lagi klo ga disini. Jadi intinya harga mahal tapi tetep laku :p

– Di bagian tengahnya ada “The Jungle” bundaran ditutup kaca yang berisi pohon2 tinggi. Mungkin maksudnya mau memadukan modernitas dan peduli lingkungan.

– Ada tempat ngecharge batre hape gratis. bentuknya kayak booth, bukan di colokin tapi batrenya dimasukkin ke dalem booth nya kayak mesin atm. idenya mengantisipasi yang ketinggalan charger kali ya. keren.

– Punya Aerotrain, kereta yg gada suaranya… jadi dari satu terminal ke terminal yg lain pake kereta ituh.