Di Depan Patung Rembrandt

Leave a comment


Di depan patung rembrandt mereka berkumpul. Mohammed, Ester, Valkana, Enriquo, Shivish, Keira, J.P, Violta. Semua berasal dari tempat dan budaya yang berbeda.

Mohammed lahir dari orang tua asal Marocco yang bermigrasi ke Brussels. Dia belajar di ekonomi di HAN University kemudian melanjutkan Master di Universitas Groningen. Saat ini dia bekerja sebagai Junior Tax Consultant di sebuah Multi National Company.

Ester dari Spanyol, tubuhnya agak gemuk dengan rambut ikal dan senyum khas wanita Spanyol.

Valkana dari Bulgaria, berambut coklat panjang dan berhidung mancung.

Enriquo adalah pria kekar asal Mexico yang belajar program Master of Safety Engineering di Perancis kini bekerja untuk Siemens divisi Power Plant.

Shivish lahir di Suriname, tinggal di Belgia dan bekerja di University of Amsterdam. Badan kecil, berkacamata ditambah muka yang kekananak-kanakan seringkali membuat terkejut orang yang bertanya apa pekerjaannya: Professor di bidang Finance.

Di depan patung rembrandt mereka berkumpul. Mengalami bahwa kota ini merupakan Multi-culture Society. Mereka diikat dengan interest yang sama. Ketertarikan terhadap cerita manusia. Mencoba melihat pola dalam kehidupan yang amat beragam. Persamaan akan mendekatkan, dan perbedaan menimbulkan ketertarikan untuk mempelajari sudut pandang yang berbeda.

Jika patung Rembrandt ini hidup, pastilah dia akan merasa amat “kaya” mendengar diskusi mereka.

Advertisements

Siaran di Radio Nederland Wereldomroep

4 Comments

Oleh2 CD dan kaos dari RNW

 

Hari jumat kemarin adalah kali kedua saya siaran di Radio Nederland Wereldomroep. Topik siaran nya adalah tentang Multikulturalisme di Belanda, dan nama program nya adalah Kanal Muda.

Siaran kedua ini saya lebih mempersiapkan diri. Sehari sebelumnya saya browsing informasi mengenai multikulturalisme di Belanda. Dalam browsing informasi itu saya temukan bahwa Amsterdam ternyata adalah kota yang penduduk nya paling beragam sedunia. Tercatat lebih dari 170 macam kebangsaan yang berbeda tinggal disana. Menyusul Antwerp dengan total 166 kebangsaan dan New York dengan 150 kebangsaan yg berbeda.

Walaupun sempat persiapan mencari informasi terlebih dahulu, namun selepas siaran saya baru teringat beberapa event yang sebenarnya bisa dimasukkan sebagai materi acara. Pengalaman-pengalaman seperti Maastricht Carnival, Den Bosch Meeting dan juga Amsterdam Occupy baru terlintas setelah selesai siaran. Moral of the story: You’re just as better as your preparation. So prepare more next time πŸ™‚

Sebenarnya agak ragu juga menerima pekerjaan ini, naluri takut salah nya muncul. Tetapi kemudian saya pikir ini kesempatan yang bagus untuk melatih kemampuan berkomunikasi. Sejauh ini feedback dari RNW cukup memuaskan, mudah-mudahan dengan kesempatan ini saya bisa belajar lebih banyak lagi dalam hal berkomunikasi πŸ™‚

Rotterdam Business School IBD dan PPI Nijmegen Sharing Session

Leave a comment

Sabtu kemarin saya berkesempatan menghadiri International Business Day di Rotterdam Business School.

Ada salah satu presentasi yang menarik dari Professor Kiyoshi Hori tentang sebuah perusahaan bernama Irodori.

Irodori menjadi pihak ketiga yang menghubungkan nenek-nenek di Kamikatsu agar bisa menjual daun-daun yang bisa digunakan untuk menghias makanan di restoran-restoran. Menariknya Prof. Hori mengatakan bahwa core business dari Irodori adalah Information Provider. Mereka meng-edukasi penduduk Kamikatsu yang kebanyakan nenek-nenek (50% dari total populasi nya berumur lebih dari 65 tahun) tentang market informasi dari daun-daun yang bisa berpotensi untuk punya nilai ekonomis.

Prof Hori menunjukkan kasus ini sebagai contoh bahwa Entrepreneurship bisa dilakukan di Kamikatsu, terlepas dari kondisi geografis nya yang berupa gunung-gunung dan kondisi sumber daya manusia nya yang kebanyakan orang tua. Ya, nenek-nenek ini juga belajar cara mengakses email dan browsing di internet πŸ™‚

Selain Irodori, Prof. Hori juga bercerita tentang CEO yang merasa dirinya orang yang paling beruntung, kenapa? buat yang pengen tahu lebih jauh bisa download slide presentasi Prof Hori di sini

Selesai dari International Business Day di Rotterdam University, saya melanjutkan perjalanan ke Radboud University – Nijmegen. Disana sudah berkumpul kawan-kawan PPI untuk acara Sharing Session. Tema yang saya bawakan adalah Freelancepreneur.

Ketika membuat slide presentasi nya saya baru sadar bahwa tepat satu tahun yang lalu di bulan yang sama materi ini juga saya bawakan di Institut Pertanian Bogor. Pada waktu itu saya tidak menyangka bahwa saya akan mendapatkan keberuntungan untuk mempresentasikan materi ini ribuan kilo meter jauhnya dari Indonesia.

Mengingat kata-kata seseorang bahwa Learning is not about accumulating knowledge but more about nurturing curiosity, maka saya juga menyediakan step-step cara instalasi wordpress di computer stand alone, dan juga ebook yang mungkin berguna bagi yang ingin mengeksplorasi lebih dalam lagi. Terima kasih buat temen-temen Nijmegen yang mengajukan pertanyaan2 pada saat saya presentasi sehingga saya tidak hanya bisa memberi, tetapi juga menerima dari interaksi yang tercipta.

Buat temen-temen yang ingin mencari alternatif tambahan sebagai online freelancer, atau yang ingin belajar cara membuat website dengan menggunakan CMS bisa download file-file nya di sini.

Daftar file nya adalah:

  • (Slide) Freelance Netpreneur with WordPress – Awan Rimbawan.pdf: slide presentasi
  • 1 Instalasi WordPress dan WAMP.docx : panduan instalasi wamp dan wordpress
  • (Ebook) WordPress for Dummies 2nd Edition.pdf : ebook yang bagus buat pemula yang ingin belajar membuat website dengan wordpress
  • WampServer2.2a-x32.exe: file instalasi web server yang diperlukan untuk menjalankan website
  • npp.5.9.8.Installer.exe : editor notepad plus plus yang bisa digunakan untuk mengedit file .php
  • (folder) wordpress: file-file wordpress dari versi 3.3.1
  • (folder) 50 fav themes: file-file themes wordpress

Wishing you all have a great weekend πŸ™‚

Diorge

Leave a comment

Diorge merasakan sesuatu yang lain.

Telinganya sudah ribuan kali mendengar suara ketipung, dan terompet yang menjerit2 riang dalam alunan musik Merengue.

Tetapi kali ini terasa berbeda.

Dia suka menari. Baginya menari adalah sebuah cara untuk mencicipi kebebasan dari gerakan normal keseharian.

Menciptakan keindahan dengan melebur kedalam atmosfir yang penuh nuansa kejutan.

Namun momen ini terasa berbeda.

Seakan semua luruh begitu saja.

Dan suara Bono dalam lagu Still Haven’t Found What I’m Looking For digantikan dengan suara wanita.

Ditengah keriangan Salsa…. tanpa dinyana Diorge meluruh…

Leiden University

Leave a comment

Nyicipin kuliah di Universitas tertua di Belanda – Leiden University – Social Science.

Presentasinya pake bahasa belanda, dan kayaknya satu Aula cuman ane yg gak bisa bahasa belanda :p

Interesting πŸ™‚

Curiousity World

Leave a comment

Ada perbedaan antara melakukan sesuatu karena kamu bisa melakukannya, atau melakukan sesuatu karena kamu punya keingin-tahuan didalam nya. Josen

Josen dengan jenggot nya yang tebal, mengingatkan saya seperti seorang hippies di film-film jadul. Matanya memancarkan keingintahuan, dan passion terhadap apa yang dia pilih dalam hidupnya. Dia mahasiswa tahun ketiga di jurusan Bio Medical – Maastricht University. Namun fasih berbicara tentang Skate Board, Pembuatan Film, Teknik Menyanyi, Bermain Gitar, Membuat Musik, Hitchhiking, Psikologi, Taichi dan segudang skills lainnya. Di pintu kamarnya tertulis “Life is simple, but we make it really difficult”. Beberapa menit berbincang saya serasa disedot dalam dunia yang sangat menarik. Dunia keingin tahuan.

Laura Goodrich dalam Seeing Red Car benar, berinteraksi dengan orang-orang seperti ini menimbulkan percikan-percikan dalam otak saya. Seperti monyet yang melihat cara baru mengupas pisang. Saya pun tanpa sadar tertular cara pandang nya yang penuh keingin tahuan. So nice, so beautiful.

Learning a little from a lot, kata Peter Sims di Little Bets. Ada segudang ketakutan untuk bertemu dengan sesuatu yang baru, bukan hanya bertemu dengan orang baru terlebih dengan pemikiran dan cara pandang baru. Tetapi siapa kita di masa depan, ditentukan salah satunya oleh orang-orang yang kita temui sekarang.

New Game called FCO-IM

Leave a comment

For this past 1.5 months I play a lot with FCO-IM

At first I didn’t like it. Why should I use FCO-IM when I can use ER Modeling and go straight to implementation?

But more and more I get strangled on so many quirks and details, surprisingly I get interested on it.

Understanding the concept of FCO-IM is just like I was in some RPG Game and try to understand the mission I must accomplish.

It’s kinda vague at first or second cycle, but it getting more and more chalenging once I saw the pattern.

Some of the Level Title of the game are:

– Verbalization

– ClaQua (Classification and Qualification)

– UC/TC (Uniqueness Constraint and Totality Constraint)

– Nominalization Test after UC/TC

– Other Constraints

– GLR (Grouping, Lexicalizing and Reducing)

– Deriving Relational Schema

– Check if the table can acommodate the Business Rules πŸ™‚

The past 5 days is just like when you are in the final level of the game and has to meet the biggest enemy, “The Boss”.

Just trying to find the enemy’s weaknesses so that you can win that level.

I got intrigued, strangled but curious.

How to create a good Information Modeling so that it can capture the maximum amount of Business Rule and in the mean time make programmer life easier to implement it?

And you know what I’ve found? Playing from morning until midnight is really fun once you begin to see the beauty of the game πŸ™‚

*written from -10.2 cold Arnhem

*life is a collection of so much games to play!!

Older Entries Newer Entries